Artikel - sejarah - gambar lucu- tips dan trik - kata motivasi - download software

Results for Cuaca Cirebon

 Kaifiyah Sholat Jenazah

Selain shalat fardu 5 waktu, ada satu shalat Fardhu Kifayah yaitu "Sholat Jenazah". Shalat Jenazah atau sholat Ghoib berbeda dengan shalat biasa, shalat ini gak memakai ruku’, sujud, i’tidal dan tahiyyat, hanya dengan 4 takbir dan 2 salam, yang dilakukan dalam keadaan berdiri.


Berikut Rukun Shalat Jenazah yang terdiri dari 8 rukun, yang Hukumnya "Fardhu Kifayah" artinya jika tidak ada yang men'shalati, semua akan berdosa.

1. Niat

Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah : 5).


Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya." (HR. Muttafaq Alaihi).

2. Berdiri Bila Mampu

Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah dianggap tidak sah.

3. Takbir 4 kali

Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.


Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)


Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.


4. Membaca Surat Al-Fatihah

5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW

6. Doa Untuk Jenazah


Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :

"Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya."

(HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).


Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :

"Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi."


7. Doa Setelah Takbir Keempat

Misalnya doa yang berbunyi :

"Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu.."


8. Salam


TATACARA DAN DOA SHOLAT JENAZAH:


Bacaan niat shalat  jenazah

Niat shalat jenazah, boleh dilafadzkan bagi yang suka, bagi yang tidak suka, cukup dalam hati saja.

اُصَلِّي علي هذا الَميّتِ ِلله تعالي

Ushallii 'alaa haadzal mayyiti lillaahi ta'aala

Aku niat menshalatkan mayyit ini, karena Allah Ta'aala


Lafadz

هذا الَميّتِ /haadzal mayyiti

diganti dengan

هذه الَميّتِة /haadzihil mayyitati

jika mayatnya perempuan.

Bacaan setelah takbir pertama.

Setelah takbir pertama, bacaan yang dibaca adalah surat Al Fatihah. Menurut qoul ulama fiqih yang shahih, bacaan Fatihah dalam shalat jenazah tidak diawali dengan bacaan iftitah dan tidak disertai membaca surat pendek setelahnya, seperti halnya shalat pada umumnya. Namun disunatkan membaca ta'awwudz dahulu sebelum membaca Fatihah.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

A'uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim

Aku berlindung dari syaitan yang terkutuk


Lalu selanjutnya membaca surat Al Fatihah.


Bacaan setelah takbir ke dua.

Bacaan setelah takbir kedua yaitu membaca shalawat kepada Nabi.



أللهم صَلِّ علي محمد وعلي ألِ  محمد كما صَلَيْتَ علي إبراهيم وعلي

أل إبراهيم وبارِكْ علي محمد وعلي أل محمد كما باركت علي  إبراهيم وعلي أل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد


Allaahumma shalli 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali  ibraahiima. Wa baarik 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali  ibraahiima.  Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.


“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”


Bacaan setelah takbir  ke tiga

Setelah takbir ke tiga, membaca doa di bawah ini :



اللهم اغْفِرْ لَهُ وارْحَمهُ وعافِهِ واعفُ عنه وأَكْرِمْ نُزولَهُ ووسِّعْ مَدخلَهُ

واغْسِلْهُ بِماءٍ وثَلْج وبَرَدٍ ونَقِهِ من الخَطايا كما يُنَقَي الثَوبُ الأَبْيَضُ

مِنِ الدَنَسِ وأَبْدِلْهُ دارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وأَهْلًا خَيْراً من أهلِهِ وَزَوْجًا خَيْراً

مِن زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ القَبْرِ وعَذَابَ النارِ

Allaahummaghfirlahu, warhamhu, wa 'aafihi, wa'fu 'anhu, wa akrim nuzuulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bimaa-in watsaljin wabaradin, wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, waqihi fitnatal qabri wa 'adzaabannaar.


Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia,  ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah kesalahannya dengan air, es dan embun  sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, gantilah istrinya dengan isri yang lebih baik, hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka.



Bacaan setelah takbir ke empat

Setelah takbir ke empat, membaca doa di bawah ini :


اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ


Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu, walaa taftinnaa ba'dah



Ya Allah, janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya.


Bacaan salam.

Setelah membaca doa takbir ke empat, bacala salam.


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

"Keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan-Nya semoga untuk kalian semua"

Admin Januari 19, 2024
Read more ...

 *Catatkan Namamu dalam Panggung Sejarah!‎*


Oleh : Didi Junaedi 


Jangan sampai nama kita hanya tercatat di batu nisan saja setelah kita ‎meninggal dunia nanti. Ini serius!‎


Apa gunanya kita hidup berpuluh-puluh tahun di dunia ini, jika ada ‎dan tidanya kita sama saja (wujuduhu ka ‘adamihi). Apa perlunya kita hidup ‎berlama-lama di muka bumi ini, kalau cuma sekadar menambah penuh dan ‎sesak bumi yang sudah sangat padat penduduk ini. Untuk apa kita hadir ke ‎alam ini, kalau tidak ada manfaat apa pun yang dapat kita berikan kepada ‎sesama, kepada alam, kepada makhluk Allah yang ada di jagat raya ini. Buat ‎apa kita ada di di bawah kolong langit ini dalam rentang waktu yang lama, jika ‎tidak ada kontribusi sedikit pun yang dapat kita berikan sebagai investasi ‎akhirat kita kelak.‎


Tuhan yang Mahahebat, Tuhan yang Mahaluarbiasa, tidak mungkin ‎menciptakan makhluk-Nya biasa-biasa saja. Tuhan yang Mahasempurna, tidak ‎mungkin menciptakan makhluk-Nya asal-asalan. “Sucikanlah nama Tuhanmu ‎yang Maha Tinggi, yang Menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-‎Nya).” Demikian bunyi salah satu firman-Nya. Dalam firman-Nya yang lain ‎disebutkan, “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu ‎dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.”‎


Dari beberapa keterangan tersebut, jelaslah bahwa kita semua, umat ‎manusia, yang merupakan salah satu makhluk ciptaan-Nya, adalah makhluk ‎yang diciptakan dengan sempurna, lengkap dengan segala kemampuan yang ‎melekat dalam diri kita.‎


Jika sudah jelas bahwa Tuhan yang Mahasempurna menciptakan ‎makhluk-Nya dengan sempurna, mengapa kemudian sebagian besar manusia ‎tidak memaksimalkan kesempurnaan yang telah Tuhan berikan? Sebagian ‎besar kita merasa bahwa kita adalah makhluk biasa tanpa kelebihan apa pun ‎yang kita miliki.‎


Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah orang-orang gagal ‎dibandingkan dengan jumlah orang-orang sukses. Lebih banyak para ‎pecundang daripada para pemenang. Lebih banyak orang miskin daripada ‎orang-orang kaya. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, jauh lebih banyak ‎orang yang meninggal tanpa memberi makna sedikit pun kepada orang-orang ‎yang ditinggalkannya, sehingga namanya terkubur bersama jasadnya, ‎dibandingkan orang-orang yang mampu memberi warisan nilai-nilai kebaikan, ‎sehingga namanya dicatat dalam panggung sejarah kehidupan, dan terus ‎dikenang meski jasadnya sudah berkalang tanah ratusan bahkan ribuan tahun ‎lamanya.‎


So, pelajaran yang dapat kita petik dari kenyataan ini adalah, ‎mumpung masih diberi umur, mumpung jasad belum terbujur, mumpung ‎masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini, lakukan aktivitas terbaik ‎setiap saat, setiap waktu. Berikan kontribusi kepada sesama, tanamkan nilai-‎nilai kebaikan kepada orang lain di sekeliling kita, ciptakan karya yang akan ‎mengabadikan nama kita, tidak hanya di dunia ini, tetapi di akhirat nanti. ‎Bekerjalah dengan penuh semangat. Niatkan berkhidmat kepada manusia ‎untuk meraih ridla Tuhan. Jangan sia-siakan sedetik pun kehidupan kita untuk ‎hal yang tidak berguna. Maksimalkan potensi yang kita miliki. Manfaatkan ‎waktu sebaik-baiknya.‎


Jika seluruh aset yang kita miliki, berupa potensi, materi, serta ilmu ‎pengetahuan kita khidmatkan untuk kemanusiaan, niscaya pada saatnya ‎nanti kita akan menuai nilai-nilai kebaikan dari apa yang sudah kita lakukan ‎selama ini.‎


Harta kita yang sudah berwujud fisik bangunan tempat ibadah, ‎lembaga pendidikan, ataupun yayasan sosial akan menjadi monumen hidup ‎kita, setelah kita wafat nanti.‎


Ilmu pengetahuan yang kita miliki dan sudah tertuang dalam sejumlah ‎karya berupa buku akan menjadi warisan intelektual yang sangat berharga ‎bagi generasi setelah kita.‎


Sejumlah warisan kebaikan tersebut ibarat benih yang kita tanam di ‎dunia, dan akan kita tuai panen raya kebaikan tidak saja ketika kita masih ada ‎di dunia ini, tetapi juga kelak ketika kita sudah ada di akhirat. Nama kita akan ‎dikenang sepanjang masa karena nilai-nilai kebaikan yang telah kita tanam. ‎Karya-karya kita akan terus dinikmati dan memberi manfaat kepada orang ‎lain, serta menjadi ladang pahala bagi kita, meski raga kita telah berkalang ‎tanah.‎


Inilah kebahagiaan tertinggi bagi seorang anak manusia. Meski ‎umurnya di dunia hanya berbilang puluhan tahun, tetapi usianya tak pernah ‎lekang dimakan zaman dan tak pernah lapuk ditelan waktu.‎


So, catatkan namamu dalam panggung sejarah!‎



* Ruang Inspirasi, Kamis, 11 Januari 2024.

Admin Januari 12, 2024
Read more ...

 *MANHAJ SALAF*


*TAHAJUDCALL*


*بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم*


*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*


✿❁་•༚༚•་✿◉❖👑❖◉✿་•༚༚•་❁✿

*AIR MATA BUKTI KEIMANAN*

✿❁་•༚༚•་✿◉❖👑❖◉✿་•༚༚•་❁✿

Ustadzkhalidbasalamah


💎 Gemetarnya hati seorang Muslim, merupakan bentuk rasa haru yang sangat luar biasa. 


 💎 Ia mendorong jatuhnya air mata seorang Muslim karena rasa takut kepada Allah. 


💧Dan tangisan itu bukanlah bentuk kelemahan, namun justru melembutkan hati. 


💧Ini merupakan bukti keimanan yang tidak bisa di rekayasa. 


💧Selain itu, air mata tersebut juga menjadi penghalan bagi seorang Muslim dari panasnya neraka jahannam. 


💟 Rasulullah ﷺ pernah bersabda,


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «لَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ قَطْرَتَيْنِ وَأَثَرَيْنِ قَطْرَةٌ مِنْ دُمُوعٍ فِي خَشْيَةِ اللَّهِ وَقَطْرَةُ دَمٍ تُهَرَاقُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَمَّا الْأَثَرَانِ فَأَثَرٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَثَرٌ فِي فَرِيضَةٍ مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ » 


“Tidak ada sesuatu yang lebih Allah Subhanahu wa Ta’ala cintai dari dua tetesan serta dua bekas. 

Tetesan air mata dikarenakan takut kepada –Nya dan tetesan darah yang mengalir di jalan Allah. 

Adapun dua bekas itu, bekas yang ditinggalkan dijalan Allah, dan bekas kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah“.  

*(HR at-Tirmidzi no: 1669, HR. At Tabrani 7918)*


💧Seringnya air mata tersebut mengalir, menjadikan hati seorang Muslim menjadi sangat lembut dan mudah menerima nasehat. 


💧Dan puncak dari seringnya seorang mukmin meneteskan air matanya tersebut adalah mereka akan merasakan manisnya iman. 


Allahu Ta’ala A’lam bishawab


 Demikian semoga bermanfaat


💟 Hanya Alloh yang memberi Taufik & hidayah untuk berbuat kebajikan.


🤲 Yang Selalu Mengharap Ampunan Dari ROBBnya.


*Barokalloh fiikum*


*MetMunajad*

*Istighfar*

*Zikir*

*Sholawat*

*Tilawah*

*Sahur*


✿❁་•༚༚•་✿◉❖👑❖◉✿་•༚༚•་❁✿

Admin Januari 12, 2024
Read more ...

 *SUNNAH STRATEGIS, DA'WAH TERBAIK DI AKHIR ZAMAN*


Sunnah adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, takrir, tabiat, budi pekerti atau perjalanan hidupnya, baik sebelum beliau diangkat menjadi Rasul maupun sesudahnya. 


Sedangkan Hadits terbatas pada perkataan, perbuatan dan ketetapan yang bersumber pada Nabi SAW (setelah beliau diangkat sebagai Rasul). 


Selain Sunnah dan Hadits, terdapat dua istilah lain dalam Ilmu Hadits, yaitu khabar dan atsar. Sebagian Ulama Hadits berpendapat bahwa khabar adalah suatu yang berasal atau disandarkan kepada selain Nabi SAW. 


Adapun atsar menurut jumhur (mayoritas) Ulama, sama artinya dengan khabar dan Hadits. Ada juga Ulama yang berpendapat bahwa atsar sama dengan khabar, yaitu sesuatu yang disandarkan pada Nabi, sahabat dan tabi'in.


Memelihara janggut adalah Sunnah. Ini adalah sebuah kebijaksanaan. Bukan kebetulan Allah SWT meletakkan janggut pada dagu kaum lelaki, yaitu agar dari kejauhan orang bisa membedakan antara laki-laki dan perempuan, sehingga tidak perlu melihat bagian tubuh lainnya.


Pakaian yang kita gunakan adalah Sunnah, yang dirancang agar sesuai dengan norma kesopanan tertentu. Sunnah adalah juga apa yang kita makan dan bagaimana cara kita makan. 


Tetapi Sunnah bukan hanya itu, Sunnah juga termasuk menyadari dunia tempat kita tinggal, mengenali lingkungan strategis dunia dimana kita tinggali saat ini. Karena itu termasuk Sunnah adalah keharusan untuk terlibat dalam perjuangan kebenaran melawan kepalsuan. 


Dinamika lingkungan strategis dunia selalu berpusat pada persaingan antara kebenaran dan kepalsuan. Bagaimana menyikapi lingkungan strategis dunia adalah juga Sunnah.


Sunnah strategis ini adalah subjek baru, karena belum pernah ada yang mengajarkan topik ini sebelumnya. Apalagi bagaimana menerapkan Sunnah strategis ini pada momen kritis dunia dimana kita hidup sekarang, sama sekali belum pernah ada yang menjamah. Untuk ini, yang dibutuhkan bukan saja pemikiran kritis, tetapi juga intuitif. 


Dalam perjuangan kebenaran berhadapan dengan kepalsuan, antara keadilan dan ketidakadilan, Nabi Muhammad SAW diserang oleh kaum Quresy dan kekuatan-kekuatan penindas, kedzaliman, kepalsuan dan para penyembah berhala.


Apa yang dilakukan Rasulullah SAW menghadapi kekuatan-kekuatan penindas itu? Apakah beliau berkompromi dengan kepalsuan demi kenyamanan dan mempertahankan status -quo, atau beliau tetap berpegang pada kebenaran terlepas dari apa pun konsekwensinya?


Faktanya, kita tahu bahwa beliau dan para Sahabatnya kemudian harus meninggalkan Mekah untuk berhijrah ke Madinah, karena kebenaran tidak mungkin bisa bercampur dengan kepalsuan.


Ketika sudah tidak ada lagi ruang untuk menyatakan kebenaran, maka hijrah adalah keputusan terbaik yang diambil Rasulullah SAW.


Namun bahkan setelah beliau dan para Sahabat hijrah, pertarungan belum berakhir. Mereka terus mengejar Rasulullah SAW, sehingga terjadilah Perang Badar, yang dimenangkan oleh pasukan Islam; suatu kekalahan yang memalukan bagi mereka, seperti kekalahan memalukan yang mereka alami di Afghanistan.


Mereka tentu tidak bisa menerima kekalahan memalukan di Perang Badar itu, dan ingin membalasnya. Maka, terjadilah Perang Uhud. Mereka menang di Uhud, namun tidak bisa menghancurkan kekuatan Islam.


Lalu mereka datang kembali dua tahun kemudian dengan aliansi militer terbesar. Kali ini mereka datang untuk menghabisi kekuatan Islam, tapi mereka gagal dan harus melipat tenda mereka untuk pulang.


Jadi sekarang terdapat pertemuan basis militer. Apa yang akan terjadi? 


Saat mereka berada di Khandaq untuk mengejar pasukan Muslim, pasukan Islam memiliki aliansi dengan beberapa kabilah Arab pagan dan kaum Yahudi, yang kemudian melahirkan Piagam Madinah, dimana terdapat perjanjian dengan kewajiban tertentu, bahwa seluruh pihak yang terikat dengan perjanjian ini tidak boleh mendukung musuh dari sesama anggota perjanjian ini.


Tapi kemudian orang Yahudi melanggar perjanjian ini. Segera setelah Perang Khandaq gagal, dan aliansi dengan Yahudi dan Quresy telah ditarik, Rasulullah lalu mengambil tindakan terhadap Bani Qaynuqa dan Bani Quraizah (dua kelompok Quresy yang sebelumnya beraliansi dengan Rasulullah dalam Perang Khandaq). 


Orang-orang Yahudi kemudian melarikan diri dari Khandaq, dan dengan demikian mereka kehilangan harta benda mereka di Madinah. Mereka marah dan frustasi, mereka menginginkan darah, mereka ingin balas dendam, mereka ingin berperang lagi. Lalu mereka membangun markas di Khaibar.


Di sisi lain, orang Quresy di Selatan juga sangat frustasi, karena mereka telah mengerahkan semua kekuatan yang mereka miliki dalam menghadapi pasukan Rasulullah, namun tidak pernah berhasil.


Seandainya Rasulullah SAW duduk saja di Madinah dan tidak melakukan apa pun, seperti hari ini kita duduk-duduk saja di tengah kondisi dunia yang kritis, apa konsekwensinya?


Jawabannya, Khaibar dan kaum Quresy Mekah akan beralinasi untuk bersatu melawan pasukan Rasulullah SAW. Khaibar di Barat Laut dan Mekah di Selatan (dari Madinah), dan Rasulullah akan terjepit. 


Nabi Muhammad SAW memahami kondisi lingkungan strategis dimana umat Islam berada, Rasul memahami bahwa kita tidak bisa duduk-duduk dan tidak melakukan apa pun. 


Apa yang dilakukan Rasulullah adalah mengambil inisiatif untuk mengubah lingkungan strategis ini agar lebih menguntungkan bagi perjuangannya. 


Seandainya Rasulullah tidak mengambil inisiatif yang kemudian melahirkan Perjanjian Hudaibiyah, sangat mungkin sampai hari ini Mekah belum bisa dibebaskan. 


Inilah sisi Sirah Nabawiyah yang selama ini masih tersembunyi (atau disembunyikan) tentang Perjanjian Hudaibiyah. 


Di balik Perjanjian Hudaibiyah ini terletak visi kejeniusan Rasulullah SAW yang tampak pada langkah diplomasinya yang brillian dalam menghadapi dua kekuatan musuh yang utama waktu itu yaitu kaum Yahudi Madinah dan kaum Quresy Mekah.


Apa yang beliau SAW lakukan, sebenarnya adalah petunjuk langsung dari Allah SWT yang juga berlaku sepanjang masa, termasuk bagi kita yang saat ini berada di ambang krisis global multidimensi.


Eskatologi Islam hadir untuk menghidupkan kembali Sunnah Strategis yang hampir hilang ini. Hadir untuk memberikan tuntunan kepada umat ini bagaimana merespon secara proporsional atas fitnah penindasan dan kediktatoran global dalam berbagai aspek kehidupan.


Untuk dapat berdiri sendiri sebagai suatu disiplin ilmu, Eskatologi Islam berusaha memenuhi ketiga fungsi ilmu, yaitu: deskripsi, prediksi dan antisipasi fenomena akhir zaman.


Sumber: Syekh Imran, "Sunnah Strategis di Penghujung Zaman".

https://youtu.be/2wQ93zXd158?si=-L6uq5-DW_hOR1qp


الله اعلم


MS 10/01/24.

Admin Januari 12, 2024
Read more ...


 Cuaca Cirebon hari ini sangat tidak bersahabat, seperti hujan deras angin, 


Di bulan Ramadhan ini cuaca hujan, membuat para pedagang bingung harus bagai mana , Karana sudah membuat jajanan terlalu Banyak . misalkan cuaca di Cirebon hujan . Para pedagang mungkin anak rugi, hujan deras di Cirebon mulai dari cuaca mendung jam 12 siang hingga turun hujan jam 14.00 wib

Hingga saat ini .

Menjelang Azar Cirebon masih di guyur hujan , 

Pada dasarnya nya masyarakat Cirebon setiap bulan puasa ngabuburit, di jalan dan dimna mna , tidak lupa juga membeli takjil yang berbada di pinggir jalan Cirebon .


Namun hujan masih saja .

Hingga membuat para warga di rumah , hingga hujan reda baru Keluar untuk membeli takjil .




Admin Maret 25, 2023
Read more ...