Artikel - sejarah - gambar lucu- tips dan trik - kata motivasi - download software

Results for Kata motivasi

 *Catatkan Namamu dalam Panggung Sejarah!‎*


Oleh : Didi Junaedi 


Jangan sampai nama kita hanya tercatat di batu nisan saja setelah kita ‎meninggal dunia nanti. Ini serius!‎


Apa gunanya kita hidup berpuluh-puluh tahun di dunia ini, jika ada ‎dan tidanya kita sama saja (wujuduhu ka ‘adamihi). Apa perlunya kita hidup ‎berlama-lama di muka bumi ini, kalau cuma sekadar menambah penuh dan ‎sesak bumi yang sudah sangat padat penduduk ini. Untuk apa kita hadir ke ‎alam ini, kalau tidak ada manfaat apa pun yang dapat kita berikan kepada ‎sesama, kepada alam, kepada makhluk Allah yang ada di jagat raya ini. Buat ‎apa kita ada di di bawah kolong langit ini dalam rentang waktu yang lama, jika ‎tidak ada kontribusi sedikit pun yang dapat kita berikan sebagai investasi ‎akhirat kita kelak.‎


Tuhan yang Mahahebat, Tuhan yang Mahaluarbiasa, tidak mungkin ‎menciptakan makhluk-Nya biasa-biasa saja. Tuhan yang Mahasempurna, tidak ‎mungkin menciptakan makhluk-Nya asal-asalan. “Sucikanlah nama Tuhanmu ‎yang Maha Tinggi, yang Menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-‎Nya).” Demikian bunyi salah satu firman-Nya. Dalam firman-Nya yang lain ‎disebutkan, “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu ‎dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.”‎


Dari beberapa keterangan tersebut, jelaslah bahwa kita semua, umat ‎manusia, yang merupakan salah satu makhluk ciptaan-Nya, adalah makhluk ‎yang diciptakan dengan sempurna, lengkap dengan segala kemampuan yang ‎melekat dalam diri kita.‎


Jika sudah jelas bahwa Tuhan yang Mahasempurna menciptakan ‎makhluk-Nya dengan sempurna, mengapa kemudian sebagian besar manusia ‎tidak memaksimalkan kesempurnaan yang telah Tuhan berikan? Sebagian ‎besar kita merasa bahwa kita adalah makhluk biasa tanpa kelebihan apa pun ‎yang kita miliki.‎


Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah orang-orang gagal ‎dibandingkan dengan jumlah orang-orang sukses. Lebih banyak para ‎pecundang daripada para pemenang. Lebih banyak orang miskin daripada ‎orang-orang kaya. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, jauh lebih banyak ‎orang yang meninggal tanpa memberi makna sedikit pun kepada orang-orang ‎yang ditinggalkannya, sehingga namanya terkubur bersama jasadnya, ‎dibandingkan orang-orang yang mampu memberi warisan nilai-nilai kebaikan, ‎sehingga namanya dicatat dalam panggung sejarah kehidupan, dan terus ‎dikenang meski jasadnya sudah berkalang tanah ratusan bahkan ribuan tahun ‎lamanya.‎


So, pelajaran yang dapat kita petik dari kenyataan ini adalah, ‎mumpung masih diberi umur, mumpung jasad belum terbujur, mumpung ‎masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini, lakukan aktivitas terbaik ‎setiap saat, setiap waktu. Berikan kontribusi kepada sesama, tanamkan nilai-‎nilai kebaikan kepada orang lain di sekeliling kita, ciptakan karya yang akan ‎mengabadikan nama kita, tidak hanya di dunia ini, tetapi di akhirat nanti. ‎Bekerjalah dengan penuh semangat. Niatkan berkhidmat kepada manusia ‎untuk meraih ridla Tuhan. Jangan sia-siakan sedetik pun kehidupan kita untuk ‎hal yang tidak berguna. Maksimalkan potensi yang kita miliki. Manfaatkan ‎waktu sebaik-baiknya.‎


Jika seluruh aset yang kita miliki, berupa potensi, materi, serta ilmu ‎pengetahuan kita khidmatkan untuk kemanusiaan, niscaya pada saatnya ‎nanti kita akan menuai nilai-nilai kebaikan dari apa yang sudah kita lakukan ‎selama ini.‎


Harta kita yang sudah berwujud fisik bangunan tempat ibadah, ‎lembaga pendidikan, ataupun yayasan sosial akan menjadi monumen hidup ‎kita, setelah kita wafat nanti.‎


Ilmu pengetahuan yang kita miliki dan sudah tertuang dalam sejumlah ‎karya berupa buku akan menjadi warisan intelektual yang sangat berharga ‎bagi generasi setelah kita.‎


Sejumlah warisan kebaikan tersebut ibarat benih yang kita tanam di ‎dunia, dan akan kita tuai panen raya kebaikan tidak saja ketika kita masih ada ‎di dunia ini, tetapi juga kelak ketika kita sudah ada di akhirat. Nama kita akan ‎dikenang sepanjang masa karena nilai-nilai kebaikan yang telah kita tanam. ‎Karya-karya kita akan terus dinikmati dan memberi manfaat kepada orang ‎lain, serta menjadi ladang pahala bagi kita, meski raga kita telah berkalang ‎tanah.‎


Inilah kebahagiaan tertinggi bagi seorang anak manusia. Meski ‎umurnya di dunia hanya berbilang puluhan tahun, tetapi usianya tak pernah ‎lekang dimakan zaman dan tak pernah lapuk ditelan waktu.‎


So, catatkan namamu dalam panggung sejarah!‎



* Ruang Inspirasi, Kamis, 11 Januari 2024.

Admin Januari 12, 2024
Read more ...

 *MANHAJ SALAF*


*TAHAJUDCALL*


*بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم*


*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*


✿❁་•༚༚•་✿◉❖👑❖◉✿་•༚༚•་❁✿

*AIR MATA BUKTI KEIMANAN*

✿❁་•༚༚•་✿◉❖👑❖◉✿་•༚༚•་❁✿

Ustadzkhalidbasalamah


💎 Gemetarnya hati seorang Muslim, merupakan bentuk rasa haru yang sangat luar biasa. 


 💎 Ia mendorong jatuhnya air mata seorang Muslim karena rasa takut kepada Allah. 


💧Dan tangisan itu bukanlah bentuk kelemahan, namun justru melembutkan hati. 


💧Ini merupakan bukti keimanan yang tidak bisa di rekayasa. 


💧Selain itu, air mata tersebut juga menjadi penghalan bagi seorang Muslim dari panasnya neraka jahannam. 


💟 Rasulullah ﷺ pernah bersabda,


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «لَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ قَطْرَتَيْنِ وَأَثَرَيْنِ قَطْرَةٌ مِنْ دُمُوعٍ فِي خَشْيَةِ اللَّهِ وَقَطْرَةُ دَمٍ تُهَرَاقُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَمَّا الْأَثَرَانِ فَأَثَرٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَثَرٌ فِي فَرِيضَةٍ مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ » 


“Tidak ada sesuatu yang lebih Allah Subhanahu wa Ta’ala cintai dari dua tetesan serta dua bekas. 

Tetesan air mata dikarenakan takut kepada –Nya dan tetesan darah yang mengalir di jalan Allah. 

Adapun dua bekas itu, bekas yang ditinggalkan dijalan Allah, dan bekas kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah“.  

*(HR at-Tirmidzi no: 1669, HR. At Tabrani 7918)*


💧Seringnya air mata tersebut mengalir, menjadikan hati seorang Muslim menjadi sangat lembut dan mudah menerima nasehat. 


💧Dan puncak dari seringnya seorang mukmin meneteskan air matanya tersebut adalah mereka akan merasakan manisnya iman. 


Allahu Ta’ala A’lam bishawab


 Demikian semoga bermanfaat


💟 Hanya Alloh yang memberi Taufik & hidayah untuk berbuat kebajikan.


🤲 Yang Selalu Mengharap Ampunan Dari ROBBnya.


*Barokalloh fiikum*


*MetMunajad*

*Istighfar*

*Zikir*

*Sholawat*

*Tilawah*

*Sahur*


✿❁་•༚༚•་✿◉❖👑❖◉✿་•༚༚•་❁✿

Admin Januari 12, 2024
Read more ...

 *SUNNAH STRATEGIS, DA'WAH TERBAIK DI AKHIR ZAMAN*


Sunnah adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, takrir, tabiat, budi pekerti atau perjalanan hidupnya, baik sebelum beliau diangkat menjadi Rasul maupun sesudahnya. 


Sedangkan Hadits terbatas pada perkataan, perbuatan dan ketetapan yang bersumber pada Nabi SAW (setelah beliau diangkat sebagai Rasul). 


Selain Sunnah dan Hadits, terdapat dua istilah lain dalam Ilmu Hadits, yaitu khabar dan atsar. Sebagian Ulama Hadits berpendapat bahwa khabar adalah suatu yang berasal atau disandarkan kepada selain Nabi SAW. 


Adapun atsar menurut jumhur (mayoritas) Ulama, sama artinya dengan khabar dan Hadits. Ada juga Ulama yang berpendapat bahwa atsar sama dengan khabar, yaitu sesuatu yang disandarkan pada Nabi, sahabat dan tabi'in.


Memelihara janggut adalah Sunnah. Ini adalah sebuah kebijaksanaan. Bukan kebetulan Allah SWT meletakkan janggut pada dagu kaum lelaki, yaitu agar dari kejauhan orang bisa membedakan antara laki-laki dan perempuan, sehingga tidak perlu melihat bagian tubuh lainnya.


Pakaian yang kita gunakan adalah Sunnah, yang dirancang agar sesuai dengan norma kesopanan tertentu. Sunnah adalah juga apa yang kita makan dan bagaimana cara kita makan. 


Tetapi Sunnah bukan hanya itu, Sunnah juga termasuk menyadari dunia tempat kita tinggal, mengenali lingkungan strategis dunia dimana kita tinggali saat ini. Karena itu termasuk Sunnah adalah keharusan untuk terlibat dalam perjuangan kebenaran melawan kepalsuan. 


Dinamika lingkungan strategis dunia selalu berpusat pada persaingan antara kebenaran dan kepalsuan. Bagaimana menyikapi lingkungan strategis dunia adalah juga Sunnah.


Sunnah strategis ini adalah subjek baru, karena belum pernah ada yang mengajarkan topik ini sebelumnya. Apalagi bagaimana menerapkan Sunnah strategis ini pada momen kritis dunia dimana kita hidup sekarang, sama sekali belum pernah ada yang menjamah. Untuk ini, yang dibutuhkan bukan saja pemikiran kritis, tetapi juga intuitif. 


Dalam perjuangan kebenaran berhadapan dengan kepalsuan, antara keadilan dan ketidakadilan, Nabi Muhammad SAW diserang oleh kaum Quresy dan kekuatan-kekuatan penindas, kedzaliman, kepalsuan dan para penyembah berhala.


Apa yang dilakukan Rasulullah SAW menghadapi kekuatan-kekuatan penindas itu? Apakah beliau berkompromi dengan kepalsuan demi kenyamanan dan mempertahankan status -quo, atau beliau tetap berpegang pada kebenaran terlepas dari apa pun konsekwensinya?


Faktanya, kita tahu bahwa beliau dan para Sahabatnya kemudian harus meninggalkan Mekah untuk berhijrah ke Madinah, karena kebenaran tidak mungkin bisa bercampur dengan kepalsuan.


Ketika sudah tidak ada lagi ruang untuk menyatakan kebenaran, maka hijrah adalah keputusan terbaik yang diambil Rasulullah SAW.


Namun bahkan setelah beliau dan para Sahabat hijrah, pertarungan belum berakhir. Mereka terus mengejar Rasulullah SAW, sehingga terjadilah Perang Badar, yang dimenangkan oleh pasukan Islam; suatu kekalahan yang memalukan bagi mereka, seperti kekalahan memalukan yang mereka alami di Afghanistan.


Mereka tentu tidak bisa menerima kekalahan memalukan di Perang Badar itu, dan ingin membalasnya. Maka, terjadilah Perang Uhud. Mereka menang di Uhud, namun tidak bisa menghancurkan kekuatan Islam.


Lalu mereka datang kembali dua tahun kemudian dengan aliansi militer terbesar. Kali ini mereka datang untuk menghabisi kekuatan Islam, tapi mereka gagal dan harus melipat tenda mereka untuk pulang.


Jadi sekarang terdapat pertemuan basis militer. Apa yang akan terjadi? 


Saat mereka berada di Khandaq untuk mengejar pasukan Muslim, pasukan Islam memiliki aliansi dengan beberapa kabilah Arab pagan dan kaum Yahudi, yang kemudian melahirkan Piagam Madinah, dimana terdapat perjanjian dengan kewajiban tertentu, bahwa seluruh pihak yang terikat dengan perjanjian ini tidak boleh mendukung musuh dari sesama anggota perjanjian ini.


Tapi kemudian orang Yahudi melanggar perjanjian ini. Segera setelah Perang Khandaq gagal, dan aliansi dengan Yahudi dan Quresy telah ditarik, Rasulullah lalu mengambil tindakan terhadap Bani Qaynuqa dan Bani Quraizah (dua kelompok Quresy yang sebelumnya beraliansi dengan Rasulullah dalam Perang Khandaq). 


Orang-orang Yahudi kemudian melarikan diri dari Khandaq, dan dengan demikian mereka kehilangan harta benda mereka di Madinah. Mereka marah dan frustasi, mereka menginginkan darah, mereka ingin balas dendam, mereka ingin berperang lagi. Lalu mereka membangun markas di Khaibar.


Di sisi lain, orang Quresy di Selatan juga sangat frustasi, karena mereka telah mengerahkan semua kekuatan yang mereka miliki dalam menghadapi pasukan Rasulullah, namun tidak pernah berhasil.


Seandainya Rasulullah SAW duduk saja di Madinah dan tidak melakukan apa pun, seperti hari ini kita duduk-duduk saja di tengah kondisi dunia yang kritis, apa konsekwensinya?


Jawabannya, Khaibar dan kaum Quresy Mekah akan beralinasi untuk bersatu melawan pasukan Rasulullah SAW. Khaibar di Barat Laut dan Mekah di Selatan (dari Madinah), dan Rasulullah akan terjepit. 


Nabi Muhammad SAW memahami kondisi lingkungan strategis dimana umat Islam berada, Rasul memahami bahwa kita tidak bisa duduk-duduk dan tidak melakukan apa pun. 


Apa yang dilakukan Rasulullah adalah mengambil inisiatif untuk mengubah lingkungan strategis ini agar lebih menguntungkan bagi perjuangannya. 


Seandainya Rasulullah tidak mengambil inisiatif yang kemudian melahirkan Perjanjian Hudaibiyah, sangat mungkin sampai hari ini Mekah belum bisa dibebaskan. 


Inilah sisi Sirah Nabawiyah yang selama ini masih tersembunyi (atau disembunyikan) tentang Perjanjian Hudaibiyah. 


Di balik Perjanjian Hudaibiyah ini terletak visi kejeniusan Rasulullah SAW yang tampak pada langkah diplomasinya yang brillian dalam menghadapi dua kekuatan musuh yang utama waktu itu yaitu kaum Yahudi Madinah dan kaum Quresy Mekah.


Apa yang beliau SAW lakukan, sebenarnya adalah petunjuk langsung dari Allah SWT yang juga berlaku sepanjang masa, termasuk bagi kita yang saat ini berada di ambang krisis global multidimensi.


Eskatologi Islam hadir untuk menghidupkan kembali Sunnah Strategis yang hampir hilang ini. Hadir untuk memberikan tuntunan kepada umat ini bagaimana merespon secara proporsional atas fitnah penindasan dan kediktatoran global dalam berbagai aspek kehidupan.


Untuk dapat berdiri sendiri sebagai suatu disiplin ilmu, Eskatologi Islam berusaha memenuhi ketiga fungsi ilmu, yaitu: deskripsi, prediksi dan antisipasi fenomena akhir zaman.


Sumber: Syekh Imran, "Sunnah Strategis di Penghujung Zaman".

https://youtu.be/2wQ93zXd158?si=-L6uq5-DW_hOR1qp


الله اعلم


MS 10/01/24.

Admin Januari 12, 2024
Read more ...

 


*MANHAJ SALAF*


*TAHAJUDCALL*



*بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم*



*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*




✿❁་•༚༚•་✿◉❖👑❖◉✿་•༚༚•་❁✿

*WAHAI MUSLIM, JANGAN SAMPAI TERKENA ADZAB KUBUR AKIBAT SUKA MENGADU DOMBA*

✿❁་•༚༚•་✿◉❖👑❖◉✿་•༚༚•་❁✿



Ustadz DR.Khalid Basalamah



🚦Perbuatan mengadu domba atau namimah adalah perbuatan dosa dan tercela. 


🚦Bukan termasuk akhlak seorang muslim jika dia suka mengadu domba di antara sesama manusia, sehinga membuat rusaknya hubungan antar manusia terlebih hubungan di antara kaum muslimin. 


💟 Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa namimah bertujuan merusak hubungan manusia. 


💟 Beliau berkata,


ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀ : ﺍﻟﻨَّﻤِﻴﻤَﺔ ﻧَﻘْﻞ ﻛَﻠَﺎﻡِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑَﻌْﻀِﻬِﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺑَﻌْﺾٍ ﻋَﻠَﻰ ﺟِﻬَﺔِ ﺍﻟْﺈِﻓْﺴَﺎﺩِ ﺑَﻴْﻨﻬﻢْ .


“Para ulama menjelaskan namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.” 

*(Riyadhusshalihin hal. 436)*

 

🚦 *Allah telah memperingatkan terkait perbuatan mengadu domba ini dan perbuatan ini termasuk juga kedalam dosa besar*


💟 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,


وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍۙ هَمَّازٍ مَّشَّاۤءٍۢ بِنَمِيْمٍۙ


“Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah lagi berkepribadian hina, suka mencela, (berjalan) kian kemari menyebarkan fitnah (berita bohong),” 

*(QS. Al-Qalam [68]: 10-11)*

 

Allahu Ta’ala a’lam bisshowab


Demikian semoga bermanfaat


💟 Hanya Alloh yang memberi Taufik & hidayah untuk berbuat kebajikan.


🤲 Yang Selalu Mengharap Ampunan Dari ROBBnya.


*Barokalloh fiikum*


*MetMunajad*

*Istighfar*

*Zikir*

*Sholawat*

*Tilawah*

*Sahur*


✿❁་•༚༚•་✿◉❖👑❖◉✿་•༚༚•་❁✿

Admin Januari 12, 2024
Read more ...

 #Rehat Sejenak :) 


" PASANGAN ROMANTIS, KAKEK-NENEK "


Seorang kakek dan nenek sedang merayakan ulang tahun pernikahan keduanya yang ke-90 tagun. Dalam perayaan itu, sang kakek menyapa sang nenek dengan penuh romantis.


"Oh, my darling." Kemudian dibalas mesra oleh sang nenek dengan ungkapan yang sama." Oh, my darling...."


Keduanya terlihat sangat romantis dan serasi dengan ungkapan seperti itu. Orang-orang pun dibuat terkagum-kagum. Lalu, salah seorang ada yang bertanya,


"Kek, Nek, apa sih yang membuat kalian begitu romantis, hingga selalu memanggil, my darlinh...?"


Si kakek menjawab."Sebenarnya bukan soal romantis, kita berdua sudah lupa nama masing-masing. Jadi, ya kita saling sapa my darling saja..."


Bukan romantis, tapi pikun... he..he...he


Note : Tidak terlalu istimewa jikalau ada sepasang anak muda-mudi yang mengatakan "Aku cinta padamu."Karena keduanya masih muda dan belum mengetahui lapisan kepribadian masing-masing.


Namun, yang sangat istimewa adalah ketika di usia senja keduanya masih romantis, memuji kekurangan-kekurangan pasangannya dan masing-masing sanggup berkata," Aku hanya cinta padamu."


Sumber : Humor sehat ala Ustadz - Muhammad yasir

Admin Oktober 08, 2023
Read more ...

 "TENANGLAH"


Dalam buku Al-Faraj ba'dasy-Syiddah ada lebih dari tiga puluh pasal yang semuanya menjelaskan bahwa di puncak kesulitan itu pasti ada jalan keluar.


Setiap orang yang sudah berada di puncak kesulitan, maka ia sudah berada di ambang jalan keluar. Dalam bukunya yang tebal namun menarik, at-Tanukhi memaparkan kepada kita tentang seratus kisah orang yang disiksa, dipenjarakanm dikucilkan, diancam, diasingkan, diusir, dicambuk, dimiskinkan, disengsarakan.


Namun, katanya, semua itu akan berlalu dalam hitungan hari. Dan setelah itu muncul 'pasukan' yang mengirimkan kebahagiaan kepada mereka saat mereka telah putus asa, dan mengabarkan kegembiraan saat mereka tak ingat lagi akan adanya jalan keluar.


Pasukan itu yang mengirim adalah  Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Menjawab. Kepada oyang ditimpa musibah dan bencana tenanglah banyak orang yang sudah mengalami seperti ini sebelumnya. 


Ini adalah tindakan yang adil, karena memang Allah harus menyeleksi hamba-hambaNya. Sabar, setiap kejadian pasti ada hikmahnya. 


(Sumber : La Tahzan - Jangan Bersedih, Dr.'Aidh al-Qarni)

Admin Oktober 08, 2023
Read more ...

 #KisahInspiratif


Al Kisah, di sebuah kerajaan, ada seorang penasihat raja  yang selalu berpikir positif. Setiap ada kejadian, ia selalu mengucapkan "asa Khair" (Semoga menjadi baik). Hingga akhirnya ia dikenal sebagai Mr. Asa Khair.


Suatu ketika, sang raja yang memiliki kegemaran berburu mengajaknya untuk melakukan perburuan di hutan. TIba-tiba, karena kurang hati-hati, jari kelingking sang raja digigit ular dan terpaksa harus dipotong karena keracunan.


Sang raja bersedih dan meminta pendapat penasihatnya tersebut. "Bagaimana pendapatmu tentang jari kelingkingku ini?" tanya sang raja.


Si penasihat dengan enteng menjawab, " Asa khair, semoga semuanya baik-baik saja, baginda. Apa pun yang terjadi, patut disyukuri."


Mendengar ucapan penasihatnya itu sang raja langsung marah besar."Kurang ajar! Aku sedang terkena musibah, bukannya dihibur malah berkata "asa khair", malah disuruh bersyukur!" bentak sang raja.


Karena saking marahnya, sang raja langsung memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakan si penasihat itu. Dan, sang raja pun mengangkat penasihat baru.


Hari terus berganti, meski telah kehilangan jari kelingking, raja tidak juga menghentikan kegemarannya berburu. 


Suatu hari, sang raja bersama penasihatnya yang baru dan rombongan, berburu ke hutan yang jauh dari istana. Tidak terduga, saat berada di tengah hutan, raja dan penasihatnya tersesat dan terpisah dari rombongan. 


Tiba-tiba, mereka dihadang oleh orang-orang suku primitif. Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk dijadikan korban persembahan kepada sang dewa.


Sebelum dijadikan persembahan kepada para dewa, raja dan penasihatnya dimandikan. Saat giliran raja, barulah ketahuan kalau salah satu jari kelingkingnya cacat.


Raja itu pun dianggap tidak layak untuk dijadikan persembahan kepada para dewa. Akhirnya, raja dibebaskan begitu saja oleh suku primitif itu.


Sementara si penasihat baru yang ikut dengannya, karena tak ada cacat di tubuhnya, akhirnya menjadi persembahan bagi dewa.


Setelah bersusah payah, akhirnya raja berhasil keluar dari hutan dan kembali ke istana. Raja langsung memerintahkan supaya penasihat yang dulu dijatuhi hukuman penjara segera dibebaskan.


Kepada penasihat yang selalu bilang "asa khair" itu sang raja mengatakan,"Penasihatku, aku berterima kasih kepadamu. Nasihatmu "asa khair" ternyata benar.


Apapun yang terjadi kita patut bersyukur. Gara-gara jari kelingkingku yang terpotong waktu itu, aku tak jadi dipersembahkan kepada dewa oleh suku primitif. Hari ini aku bisa pulang dengan selamat."


Kemudian, raja menceritakan kisah perburuannya waktu itu secara lengkap. Dan, berkali-kali mengucap,"asa khair"


Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru si penasihat berlutut sambil berkata."Terima kasih baginda. Saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya waktu itu. 


Asa khair, karena jika tidak,  mungkin sekarang ini, sayalah yang menjadi korban dan dipersembahkan kepada dewa suku primitif itu."


Pesan : 'Asa khair' mengajarkan tentang berpikir positif. Segala yang terjadi pasti ada hikmahnya. Apa pun yang terjadi semuanya baik. Sebab di dunia ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan, semua terjadi atas kemauan Allah (Qadarallahu maa syaa'a).


Karena itu, mengapa harus menggerutu. Pepatah Arab mengatakan,"Ana uriidu, anta turiidu, wallahu fa'aalun lima yuriid. Aku ingin, engkau ingin, tapi Allah juga ingin" Dan, yang harus disadari bahwa keinginan Allah selalu menang.


(Sumber : Humor Sehat ala Ustadz - Muhammad Yasir)

Admin Oktober 08, 2023
Read more ...

#KisahInspirasif


" MENGUBAH YANG TIDAK BERGUNA MENJADI MANFAAT LUAR BIASA "


Pada awal 1830 an, dunia dikejutkan oleh keberadaan sebuah getah yang sangat unik. Getah itu berasal dari Brazil dan bersifat tahan air dan dinamakan 'karet'.


Namun kemudian, banyak yang melupakan bahan getah ini karena sulitnya pengolahannya menjadi sesuatu yang bermanfaat.


Bagaimana tidak? Karet yang digadang-gadang sebagai barang unik itu tidak dapat diolah oleh pabrik manapun. 


Hasilnya justru bahan yang membeku ketika musim dingin dan meleleh ketika musim panas. Intinya bahan itu benar-benar tampak tidak berguna.


Namun, seseorang dari Philadelphia, Amerika Serikat, bernama Charles Goodyear sudah terlanjur jatuh cinta kepada bahan baru ini. 


Karet membuatnya sangat tertarik sampai-sampai ia meminjam ke sana kemari demi membelinya. Ia menghabiskan banyak uang yang didapatkan dengan berutang. 


Akhirnya, ia ditahan oleh rentenir sebab tidak sanggup membayar utang.


Jeruji penjara ternyata tidak bisa menghentikan ketertarikannya pada karet. Ia meminta istrinya membawakan setumpuk karet dan penggiling roti. 


Di dalam tahanan itulah, ia melakukan berbagai percobaan, ia mengolah berbagai macam adonan, mengaduk-aduk getah karet selama berjam-jam.


Meskipun Goodyear tidak pernah mendapatkan keuntungan finansial dari hasil temuannya, ia memberi sumbangan yang sangat berharga bagi dunia. 


Kalau bukan karena jasanya, mungkin mobil-mobil tidak akan senyaman saat ini. Ketika semua orang melihat sebuah masalah, Goodyear justru melihatnya sebagai tantangan.


"Hidup tidak bisa dinilai dengan standar dolar dan sen"

*Charles Goodyear. pembuat ban vulkanisir pertama di dunia*


(Sumber : 101 Kisah Inspiratif, Assep Purna)

Admin Oktober 08, 2023
Read more ...

 #Kisahsedekah


Dari Abu Hurairah, beliau meriwayatkan :

Suaut ketika, Rasulullah saw, seperti yang kerap beliau lakukan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi siapa dengan mereka, beliau berkata kepada mereka,


"Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri,'Malam ini aku akan bersedekah!' Dan, benar, malam itu juga ia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya.


Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai."


"Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam,'Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. 


Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!'


Maka, pria itu kemudian mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah orang kaya.


Sehingga, kejadian itu lagi-lagi menjadi perbincangan khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu.


Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam,'Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!'


Maka, dia kemudian, dengan ceermat, mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri.


Tak lama berselang, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria yang bersedekah itu.


Mendengar kabar demikian, pria itu mengeluh,'Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!'


Pria itu kemudian diidatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata,'Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu.


Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu ia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu." (HR Muslim)


(Sumber : Sedekah Hidup Menjadi Berkah - Budi Handrianto)

Admin Oktober 08, 2023
Read more ...

 Pada suatu hari orang kaya di desa di beri ujian oleh seseorang yang hebat.


Katakan lah ( guru ) suami dan istri


Kala itu guru mengajak Sepasang suami istri untuk meninggalkan rumah dan harta bendanya.karna akan ada bencana di desa .

Sang guru berpesan bahwalah pakaian saja secukupnya. 


Suami menuruti perkataan gurunya, beda dengan sang istri yang masih tidak rela meninggalkan hartanya seperti gelang kalung cincin emas.


Ketika sang guru mengajak suami dan istri segera beranjak pergi.

Sang istri berkata bergilah dulu nanti Saya menyusul di belakang.


Lalu sang guru dan suami meninggalkan sang istri untuk berjalan terlebih dahulu.


Sang istri yang tidak rela meninggalkan hartanya . Diam" membawa cincin emas dan kalung di tasnya . Lalu sang istri beranjak menyusul sang guru dan suaminya.


Sang guru dan suami berjalan tiba" datanglah perampok . Dan ingin merpas tas suami. 


Sang guru pun berkata, di belakang ada ibu" membawa tas dan perhiasan.. jadi tidak pikir panjang perampok pun menuruti apa kata sang guru lalu sang perampok pun tidak jadi merpas tas suami. Lalu sang guru dan suami di perbolehkan untuk pergi berjalan..


Perkataan sang guru benar terjadi.

Yang di maksud ibu" adalah istri dari suami.

Yang membawa perhiasan tersebut.

Sang rampok pum merampas tas milik ibu" tersebut dan berhiasan yang di pake ibu" itu .


Sang istri ketakutan tanpa ada perlawan menyerahkan hartanya . 

Lalu sang istri berlari dan menangis ketika menghampiri sang guru dan suami . 

Bawa sang istri Telah dirampokan .


Sang suami hanya bisa terdiam yang di rampok itu istri dari suami guru tersebut.



Jadi yang bisa kita ambil dari cerita diatas.

Harga bukan segalanya.

Apalagi keluar dari desa membawa harta akan mengundang kejahatan.



Admin September 19, 2023
Read more ...

 

Selamat menyambut hari kemerdekaan Indonesia dan mari berjuang demi kemajuan, persatuan, dan kesatuan serta keutuhan bangsa Indonesia. Terus kobarkan semangat juang kemerdekaan melalui kata-kata motivasi kemerdekaan!

Selamat berjuang, bangsa Indonesia! Cintai Tanah Airmu, sebagaimana para pahlawan mencintai negeri kita, Indonesia. MERDEKA!

Kata-kata Motivasi Kemerdekaan

Salah satu momen terbesar bagi bangsa Indonesia adalah hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Momen itu adalah momen di mana bangsa Indonesia mengikrarkan janji bersama dalam proklamasi kemerdekaan untuk berdikari menjadi satu bangsa dan diakui oleh dunia sebagai negara merdeka dari para penjajah.


Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari jasa para pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran. Mereka bertempur dengan segenap jiwa raga mereka yang mempertahankan semangat juang demi merebut kemerdekaan.

Kini masa perjuangan melawan penjajah sudah terlewatkan, masa pembangunan sedang kita alami.

Mari bersama kita mengisi kemerdekaan dengan semangat juang kemerdekaan yang tidak padam melalui kata-kata motivasi kemerdekaan berikut ini.


#1 “Jangan mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna, selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai!”

 

#2 “Berjuanglah terus dengan mengucurkan banyak-banyak keringat.”

 

#3 “Kemerdekaan ini bukanlah hadiah dari Belanda, kemerdekaan ini tidaklah didapatkan dengan cuma-cuma, kemerdekaan ini adalah tetesan darah para pejuang bangsa.”

#4 “Hargailah hasil dari perjuangan orang-orang sebelum kita demi masa depan anak cucu kita.”

 

#5 “Jadikan perbedaan sebagai sebuah keunikan dalam berbangsa dan bernegara agar terlihat indah dengan banyaknya warna, dan janganlah menjadikan sebuah perbedaan sebagai kesombongan akan rasa paling benar dalam berfikir dan bertindak, karena perbedaanlah yang mengakibatkan perpecahan yang membuat bangsa dan negara melemah. Merdeka!!”

 

#6 “Seribu orangtua hanya dapat bermimpi. Satu orang pemuda dapat mengubah dunia. MERDEKA!”


#7 “Merah darahku adalah ungkapan bahwa semangat yang berkobar tidak akan padam hingga tetesan darah terakhir, dan putih tulangku adalah mental baja yang tidak akan pernah pudar walau panasnya peluru menembus tubuh.”


#8 “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

 

#9 “Perjuangan bangsa indonesia bukan hanya dari masa lalu. Hari ini, hari esok, dan selamanya. Perjuangan kita belum berakhir.”

 

#10 “Mari kita perjuangkan bersama Indonesia adil dan sejahtera. Dirgahayu Indonesia.”

 

#11 “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.”

#12 “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.”

 

#13 “Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya, MERDEKA!”

 

#14 “Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong.”


#15 “Jadikan bahu-bahu Anda menjadi kokoh bak baja. Karena masih banyak saudara-saudara kita yang masih memerlukan tempat untuk bersandar. Dirgahayu HUT RI.”

 

#16 “Darahmu tumpah di tanah pusaka. Jiwamu mengawal tegaknya Indonesia. Engkau pahlawanku. Engkau kusuma negaraku.”

 

#17 “Kini kita dapat tertawa puas. Menggapai mimpi dengan bebas. Asal rajin dan tak malas. Melanjutkan kemerdekaan dengan tegas.”

 

#18 “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

 

#19 “Jasa pahlawan, jasa penuh kenangan. Jasa yang tak akan mampu dibeli dengan harta, Jasa yang punya tujuan “Merdeka atau Mati”, Saudaraku, mari kita bangkit bersama. Membangun negeri tercinta.”

 

#20 “Kemerdekaan bukan tanda untuk berhenti berjuang, tapi tanda untuk berjuang dengan lebih keras.”

 

#21 “Nasib bangsa kita tak akan berubah. Jika kita tak mengubahnya. Mari sama-sama berjuang. Memperbaiki diri agar bermanfaat untuk negeri.”

#22 “Sekali merdeka, tetap merdeka! Jika kita merasa telah merdeka, maka seharusnya perasaan lemah dan tak berdaya tidak lagi bercokol dalam diri kita.“

 

#23 “Tetaplah menjadi satu. Jangan sampai ingin terpecah. Gapai angan dan citamu di masa depan yang cerah. Raih prestasi terbaikmu, dan buat bangsa ini pun bangga. Selamat hari kemerdekaan.”

 

#24 “Kemerdekaan bukan tanda untuk berhenti berjuang, tapi tanda untuk berjuang dengan lebih keras lagi.”


#25 “Apabila kita tak mampu memberikan yang terbaik bagi negara, agama maupun keluarga. Maka tancapkanlah dengan sifat jujur, peduli dengan rakyat, dan pada diri sendiri. Karena tanpa sebuah kejujuran, negara maupun isinya akan terasa rapuh dan pasti akan mudah kembali terjajah.”

 

#26 “Para pahlawan membayar kemerdekaan ini dengan darah, kita menghargai kemerdekaan itu dengan keringat kerja keras untuk berkarya membanggakan Indonesia.”

 

#27 “Kau tuliskan arti sebuah perjuangan dan arti sebuah kemerdekaan di tanah ibu pertiwi dengan tetesan darah dan keringat penuh rasa cinta, Kau ukirkan dalam benak-benak generasi bangsa tentang pentingnya sebuah kesungguhan dan pengorbanan untuk mencapai kemerdekaan. Walau tubuhmu kini sudah terkubur tanah, namun nama dan jasa mulia tetap hidup dalam hati kami dan dalam berkibarnya sang bendera merah putih tercinta.”

#28 “Kobarkan semangat, lumpuhkan rasa takut dan mulailah bergerak menuju sebuah tujuan untuk terciptanya sebuah kemerdekaan.”

 

#29 “Merah darah pahlawan tertumpah di tanah ibu pertiwi, putih tulang para pejuang tertanam dalam tanah air Indonesia tercinta. Di sini aku terlahir, di sini pula aku tiada.”

 

#30 “Hidup ini keras, hanya orang yang kuatlah yang mampu bertahan. Hidup ini menyakitkan, hanya orang yang sabar dalam beramallah yang mampu membalikkan keadaan.”

#31 “Hidup ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, maka bersungguh-sungguhlah dalam berjuang.”

 

#32 “Jangan pernah mengaku sebagai pemuda Indonesia jika tidak mau berjuang dalam mewujudkan cita-cita.”

 

#33 “Bakarlah semangat juang layaknya darah yang bergejolak, kuatkanlah tekad dan tujuan bagai pohon yang memiliki akar yang kuat dan jadikanlah warna merah sebagai semangatmu dan warna putih sebagai tekadmu karena merah putih warna benderamu.”

#34 “Merah putih dalam dada berkibar terhempas kibasan sayap burung garuda, untukmu Indonesia tercinta bukti perjuangan para pahlawan bangsa.”

 

#35 “Jika kamu pernah merasakan betapa pedih dan menderitanya di jajah oleh bangsa asing, maka kamu akan bisa menghargai setiap darah yang diteteskan oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia.”

 

#36 “Tidak ada hasil yang memuaskan tanpa adanya kerja keras dan perjuangan. Tidak ada hasil dari perjuangan dan kerja keras yang tidak menghasilkan apa-apa.”

 

#37 “Merah darahku merupakan ungkapan jika semangat yang terus berkobar tak akan padam sampai pada tetesan darah terakhir. Putih tulangku merupakan mental baja yang tak akan pernah pudar walaupun panasnya peluru menembus tubuh kita yang renta.”

#38 “Keindahan hidup itu bukan terletak di dalam puncak sebuah tujuan melainkan ketika kita berjuang untuk mewujudkan tujuan.”

 

#39 “Apapun untuk memperoleh kemenangan, betapa canggihnya perlengkapan persenjataan, hal itu bukanlah ukuran karena tekad kuat merupakan modal utama dalam menggapai sebuah tujuan yang memang mulia.”

 

#40 “Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit kalangan atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri.”

#41 ”Tuhan tidak mengubah nasibnya sebuah bangsa sebelum bangsa itu mengubah nasibnya.”

 

#42 “Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.”

 

#43 “Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”


#44 “Aku tinggalkan kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya.”

 

#45 “Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.”

 

#46 “Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali.”

 

#47 “Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

 

#48 “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan yang Maha Esa.”

 

#49 “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

 

#50 “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.”

#51 “Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.”

 

#52 “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.”

 

#53 “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala daripada masa yang akan datang.”

 

#54 “Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?”

#55 “Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita.”

 

#56 “Untuk mencapai cita-cita yang tinggi, manusia (pahlawan) melepaskan nyawanya pada tiang gantungan, mati dalam pembuangan, tetapi senantiasa menyimpan dalam hatinya yang luka wajah tanah air yang duka.”

 

#57 “MERDEKA atau MATI.”


#58 “Inilah kesempatan bagi kita pemuda untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa campur tangan Jepang! Tanpa PPKI buatan Jepang! Ya, kemerdekaan yang murni hasil perjuangan bangsa Indonesia.”

 

#59 “Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka… Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.”

 

#60 “Peduli apa aku dengan segala tata cara itu… Segala peraturan, semua itu bikinan manusia, dan menyiksa diriku saja. Kau tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket di dunia keningratan Jawa itu… Tapi sekarang mulai dengan aku, antara kami (Kartini, Roekmini, dan Kardinah) tidak ada tata cara lagi. Perasaan kami sendiri yang akan menentukan sampai batas-batas mana cara liberal itu boleh dijalankan.”

#61 “Jangan kita serang musuh sebelum mereka menyerang kita. Jika musuh menyerang lebih dahulu, maka akan kita balas dengan penuh perjuangan.”

 

#62 “Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik; orang baik-baik itu meniru perbuatan orang yang lebih tinggi lagi, dan mereka itu meniru yang tertinggi pula ialah orang Eropa.”

 

#63 ”Right or wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru itu pula kita wajib memperbaikinya.”

 

#64 “Apakah saudara-saudara siap membela kemerdekaan Indonesia? Dan siap membela tanah air Indonesia dengan jiwa dan raga, bahkan sampai titik darah penghabisan?”

#65 “Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan, ataupun gaji yang tinggi.”

 

#66 “Jangan mudah tergelincir dalam saat-saat seperti ini, segala tipu muslihat dan provokasi-provokasi yang tampak atau tersembunyi dapat dilalui dengan selamat, kalau kita waspada dan bertindak sebagai patriot.”

 

#67 “Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.”









Admin September 12, 2023
Read more ...