Artikel - sejarah - gambar lucu- tips dan trik - kata motivasi - download software

Results for Tips dan trik

 *Catatkan Namamu dalam Panggung Sejarah!‎*


Oleh : Didi Junaedi 


Jangan sampai nama kita hanya tercatat di batu nisan saja setelah kita ‎meninggal dunia nanti. Ini serius!‎


Apa gunanya kita hidup berpuluh-puluh tahun di dunia ini, jika ada ‎dan tidanya kita sama saja (wujuduhu ka ‘adamihi). Apa perlunya kita hidup ‎berlama-lama di muka bumi ini, kalau cuma sekadar menambah penuh dan ‎sesak bumi yang sudah sangat padat penduduk ini. Untuk apa kita hadir ke ‎alam ini, kalau tidak ada manfaat apa pun yang dapat kita berikan kepada ‎sesama, kepada alam, kepada makhluk Allah yang ada di jagat raya ini. Buat ‎apa kita ada di di bawah kolong langit ini dalam rentang waktu yang lama, jika ‎tidak ada kontribusi sedikit pun yang dapat kita berikan sebagai investasi ‎akhirat kita kelak.‎


Tuhan yang Mahahebat, Tuhan yang Mahaluarbiasa, tidak mungkin ‎menciptakan makhluk-Nya biasa-biasa saja. Tuhan yang Mahasempurna, tidak ‎mungkin menciptakan makhluk-Nya asal-asalan. “Sucikanlah nama Tuhanmu ‎yang Maha Tinggi, yang Menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-‎Nya).” Demikian bunyi salah satu firman-Nya. Dalam firman-Nya yang lain ‎disebutkan, “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu ‎dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.”‎


Dari beberapa keterangan tersebut, jelaslah bahwa kita semua, umat ‎manusia, yang merupakan salah satu makhluk ciptaan-Nya, adalah makhluk ‎yang diciptakan dengan sempurna, lengkap dengan segala kemampuan yang ‎melekat dalam diri kita.‎


Jika sudah jelas bahwa Tuhan yang Mahasempurna menciptakan ‎makhluk-Nya dengan sempurna, mengapa kemudian sebagian besar manusia ‎tidak memaksimalkan kesempurnaan yang telah Tuhan berikan? Sebagian ‎besar kita merasa bahwa kita adalah makhluk biasa tanpa kelebihan apa pun ‎yang kita miliki.‎


Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah orang-orang gagal ‎dibandingkan dengan jumlah orang-orang sukses. Lebih banyak para ‎pecundang daripada para pemenang. Lebih banyak orang miskin daripada ‎orang-orang kaya. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, jauh lebih banyak ‎orang yang meninggal tanpa memberi makna sedikit pun kepada orang-orang ‎yang ditinggalkannya, sehingga namanya terkubur bersama jasadnya, ‎dibandingkan orang-orang yang mampu memberi warisan nilai-nilai kebaikan, ‎sehingga namanya dicatat dalam panggung sejarah kehidupan, dan terus ‎dikenang meski jasadnya sudah berkalang tanah ratusan bahkan ribuan tahun ‎lamanya.‎


So, pelajaran yang dapat kita petik dari kenyataan ini adalah, ‎mumpung masih diberi umur, mumpung jasad belum terbujur, mumpung ‎masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini, lakukan aktivitas terbaik ‎setiap saat, setiap waktu. Berikan kontribusi kepada sesama, tanamkan nilai-‎nilai kebaikan kepada orang lain di sekeliling kita, ciptakan karya yang akan ‎mengabadikan nama kita, tidak hanya di dunia ini, tetapi di akhirat nanti. ‎Bekerjalah dengan penuh semangat. Niatkan berkhidmat kepada manusia ‎untuk meraih ridla Tuhan. Jangan sia-siakan sedetik pun kehidupan kita untuk ‎hal yang tidak berguna. Maksimalkan potensi yang kita miliki. Manfaatkan ‎waktu sebaik-baiknya.‎


Jika seluruh aset yang kita miliki, berupa potensi, materi, serta ilmu ‎pengetahuan kita khidmatkan untuk kemanusiaan, niscaya pada saatnya ‎nanti kita akan menuai nilai-nilai kebaikan dari apa yang sudah kita lakukan ‎selama ini.‎


Harta kita yang sudah berwujud fisik bangunan tempat ibadah, ‎lembaga pendidikan, ataupun yayasan sosial akan menjadi monumen hidup ‎kita, setelah kita wafat nanti.‎


Ilmu pengetahuan yang kita miliki dan sudah tertuang dalam sejumlah ‎karya berupa buku akan menjadi warisan intelektual yang sangat berharga ‎bagi generasi setelah kita.‎


Sejumlah warisan kebaikan tersebut ibarat benih yang kita tanam di ‎dunia, dan akan kita tuai panen raya kebaikan tidak saja ketika kita masih ada ‎di dunia ini, tetapi juga kelak ketika kita sudah ada di akhirat. Nama kita akan ‎dikenang sepanjang masa karena nilai-nilai kebaikan yang telah kita tanam. ‎Karya-karya kita akan terus dinikmati dan memberi manfaat kepada orang ‎lain, serta menjadi ladang pahala bagi kita, meski raga kita telah berkalang ‎tanah.‎


Inilah kebahagiaan tertinggi bagi seorang anak manusia. Meski ‎umurnya di dunia hanya berbilang puluhan tahun, tetapi usianya tak pernah ‎lekang dimakan zaman dan tak pernah lapuk ditelan waktu.‎


So, catatkan namamu dalam panggung sejarah!‎



* Ruang Inspirasi, Kamis, 11 Januari 2024.

Admin Januari 12, 2024
Read more ...

 *SUNNAH STRATEGIS, DA'WAH TERBAIK DI AKHIR ZAMAN*


Sunnah adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, takrir, tabiat, budi pekerti atau perjalanan hidupnya, baik sebelum beliau diangkat menjadi Rasul maupun sesudahnya. 


Sedangkan Hadits terbatas pada perkataan, perbuatan dan ketetapan yang bersumber pada Nabi SAW (setelah beliau diangkat sebagai Rasul). 


Selain Sunnah dan Hadits, terdapat dua istilah lain dalam Ilmu Hadits, yaitu khabar dan atsar. Sebagian Ulama Hadits berpendapat bahwa khabar adalah suatu yang berasal atau disandarkan kepada selain Nabi SAW. 


Adapun atsar menurut jumhur (mayoritas) Ulama, sama artinya dengan khabar dan Hadits. Ada juga Ulama yang berpendapat bahwa atsar sama dengan khabar, yaitu sesuatu yang disandarkan pada Nabi, sahabat dan tabi'in.


Memelihara janggut adalah Sunnah. Ini adalah sebuah kebijaksanaan. Bukan kebetulan Allah SWT meletakkan janggut pada dagu kaum lelaki, yaitu agar dari kejauhan orang bisa membedakan antara laki-laki dan perempuan, sehingga tidak perlu melihat bagian tubuh lainnya.


Pakaian yang kita gunakan adalah Sunnah, yang dirancang agar sesuai dengan norma kesopanan tertentu. Sunnah adalah juga apa yang kita makan dan bagaimana cara kita makan. 


Tetapi Sunnah bukan hanya itu, Sunnah juga termasuk menyadari dunia tempat kita tinggal, mengenali lingkungan strategis dunia dimana kita tinggali saat ini. Karena itu termasuk Sunnah adalah keharusan untuk terlibat dalam perjuangan kebenaran melawan kepalsuan. 


Dinamika lingkungan strategis dunia selalu berpusat pada persaingan antara kebenaran dan kepalsuan. Bagaimana menyikapi lingkungan strategis dunia adalah juga Sunnah.


Sunnah strategis ini adalah subjek baru, karena belum pernah ada yang mengajarkan topik ini sebelumnya. Apalagi bagaimana menerapkan Sunnah strategis ini pada momen kritis dunia dimana kita hidup sekarang, sama sekali belum pernah ada yang menjamah. Untuk ini, yang dibutuhkan bukan saja pemikiran kritis, tetapi juga intuitif. 


Dalam perjuangan kebenaran berhadapan dengan kepalsuan, antara keadilan dan ketidakadilan, Nabi Muhammad SAW diserang oleh kaum Quresy dan kekuatan-kekuatan penindas, kedzaliman, kepalsuan dan para penyembah berhala.


Apa yang dilakukan Rasulullah SAW menghadapi kekuatan-kekuatan penindas itu? Apakah beliau berkompromi dengan kepalsuan demi kenyamanan dan mempertahankan status -quo, atau beliau tetap berpegang pada kebenaran terlepas dari apa pun konsekwensinya?


Faktanya, kita tahu bahwa beliau dan para Sahabatnya kemudian harus meninggalkan Mekah untuk berhijrah ke Madinah, karena kebenaran tidak mungkin bisa bercampur dengan kepalsuan.


Ketika sudah tidak ada lagi ruang untuk menyatakan kebenaran, maka hijrah adalah keputusan terbaik yang diambil Rasulullah SAW.


Namun bahkan setelah beliau dan para Sahabat hijrah, pertarungan belum berakhir. Mereka terus mengejar Rasulullah SAW, sehingga terjadilah Perang Badar, yang dimenangkan oleh pasukan Islam; suatu kekalahan yang memalukan bagi mereka, seperti kekalahan memalukan yang mereka alami di Afghanistan.


Mereka tentu tidak bisa menerima kekalahan memalukan di Perang Badar itu, dan ingin membalasnya. Maka, terjadilah Perang Uhud. Mereka menang di Uhud, namun tidak bisa menghancurkan kekuatan Islam.


Lalu mereka datang kembali dua tahun kemudian dengan aliansi militer terbesar. Kali ini mereka datang untuk menghabisi kekuatan Islam, tapi mereka gagal dan harus melipat tenda mereka untuk pulang.


Jadi sekarang terdapat pertemuan basis militer. Apa yang akan terjadi? 


Saat mereka berada di Khandaq untuk mengejar pasukan Muslim, pasukan Islam memiliki aliansi dengan beberapa kabilah Arab pagan dan kaum Yahudi, yang kemudian melahirkan Piagam Madinah, dimana terdapat perjanjian dengan kewajiban tertentu, bahwa seluruh pihak yang terikat dengan perjanjian ini tidak boleh mendukung musuh dari sesama anggota perjanjian ini.


Tapi kemudian orang Yahudi melanggar perjanjian ini. Segera setelah Perang Khandaq gagal, dan aliansi dengan Yahudi dan Quresy telah ditarik, Rasulullah lalu mengambil tindakan terhadap Bani Qaynuqa dan Bani Quraizah (dua kelompok Quresy yang sebelumnya beraliansi dengan Rasulullah dalam Perang Khandaq). 


Orang-orang Yahudi kemudian melarikan diri dari Khandaq, dan dengan demikian mereka kehilangan harta benda mereka di Madinah. Mereka marah dan frustasi, mereka menginginkan darah, mereka ingin balas dendam, mereka ingin berperang lagi. Lalu mereka membangun markas di Khaibar.


Di sisi lain, orang Quresy di Selatan juga sangat frustasi, karena mereka telah mengerahkan semua kekuatan yang mereka miliki dalam menghadapi pasukan Rasulullah, namun tidak pernah berhasil.


Seandainya Rasulullah SAW duduk saja di Madinah dan tidak melakukan apa pun, seperti hari ini kita duduk-duduk saja di tengah kondisi dunia yang kritis, apa konsekwensinya?


Jawabannya, Khaibar dan kaum Quresy Mekah akan beralinasi untuk bersatu melawan pasukan Rasulullah SAW. Khaibar di Barat Laut dan Mekah di Selatan (dari Madinah), dan Rasulullah akan terjepit. 


Nabi Muhammad SAW memahami kondisi lingkungan strategis dimana umat Islam berada, Rasul memahami bahwa kita tidak bisa duduk-duduk dan tidak melakukan apa pun. 


Apa yang dilakukan Rasulullah adalah mengambil inisiatif untuk mengubah lingkungan strategis ini agar lebih menguntungkan bagi perjuangannya. 


Seandainya Rasulullah tidak mengambil inisiatif yang kemudian melahirkan Perjanjian Hudaibiyah, sangat mungkin sampai hari ini Mekah belum bisa dibebaskan. 


Inilah sisi Sirah Nabawiyah yang selama ini masih tersembunyi (atau disembunyikan) tentang Perjanjian Hudaibiyah. 


Di balik Perjanjian Hudaibiyah ini terletak visi kejeniusan Rasulullah SAW yang tampak pada langkah diplomasinya yang brillian dalam menghadapi dua kekuatan musuh yang utama waktu itu yaitu kaum Yahudi Madinah dan kaum Quresy Mekah.


Apa yang beliau SAW lakukan, sebenarnya adalah petunjuk langsung dari Allah SWT yang juga berlaku sepanjang masa, termasuk bagi kita yang saat ini berada di ambang krisis global multidimensi.


Eskatologi Islam hadir untuk menghidupkan kembali Sunnah Strategis yang hampir hilang ini. Hadir untuk memberikan tuntunan kepada umat ini bagaimana merespon secara proporsional atas fitnah penindasan dan kediktatoran global dalam berbagai aspek kehidupan.


Untuk dapat berdiri sendiri sebagai suatu disiplin ilmu, Eskatologi Islam berusaha memenuhi ketiga fungsi ilmu, yaitu: deskripsi, prediksi dan antisipasi fenomena akhir zaman.


Sumber: Syekh Imran, "Sunnah Strategis di Penghujung Zaman".

https://youtu.be/2wQ93zXd158?si=-L6uq5-DW_hOR1qp


الله اعلم


MS 10/01/24.

Admin Januari 12, 2024
Read more ...

 



TASAWUF



 I.    Pengertian

Lafal tasawuf adalah kata jadian yang berasal dari ;

a) تَصَوَفَ - يَتَصَوَفُ – تَصَوُفًا Berasal dari kata صَا فَ - يَصُوْفُ - صَوْفًا yang artinya suci, bersih atau murni. Kesucian, kebersihan dan kemurnian kalangan sufi terlihat dari niatnya yang suci, bersih dan murni semata-mata mengharap keridlaan Allah SWT.

b) Tasawuf berasal dari kata suf = wol kasar. Kalangan sufi tidak menggunakan kain yang halus untuk menyenangkan hati dan konsentrasi untuk mencintai Tuhan, akan tetapi mereka hanya menggunakan pakaian apa adanya. Terbuat dari kain kasar = suf. Secara etimologis pengambilan kata tasawuf dari kata suf lebih dapat diterima karena. Menurut Al-Kalabazi penggunaan kata tasawuf dari suf tepat jika memperhatikan gramatika bahasa. Kalangan sufi ini menjauhkan diri dari dunia, meninggalkan tempat tinggal mereka dengan melakukan pengembaraan. Menolak kesenangan jasmani, memurnikan dan mentuluskan ibadah serta membersihkan kesadaran.

Secara terminologis makna tasawuf dijelaskan sebagai berikut ; Menurut Ibrahim Hilal; Tasawuf adalah memilih jalan hidup secara zuhud, menjauhkan diri dari perhiasan hidup dalam segala bentuknya. Ibrahim lebih lanjut menambahkan bahwa cara tasawuf bermacam-macam yaitu, ibadah, wirid, lapar, berjaga diwaktu malam dengan memperbanyak shalat dan ibadah lainnya. Cara ini dilakukan agar sahwat jasmaniyah lemah sedangkan semangat ruhaniyah tinggi. Pada initinya seseorang yang masuk dunia tasawuf harus menundukkan jasmani dan rohani dengan cara-cara tersebut diatas, agar dapat mencapai hakikat kesempurnaan rohani dan mengenal zat Tuhan dengan segala kesempurnaan-Nya.[1]



Untuk mendekatkan pengertian tasawuf, kata tasawuf itu sering disalin dengan hidup keberanian. Yakni hidup yang lebih mengutamakan kerohanian dari pada kehidupan kebendan.[2]

Tasawuf ialah persoalan kerohanian dan kebatinan manusia yang tidak dapat dilihat, yang tidak dapat ditetapkan batasannya untuk menyatakan apa hakikatnya yang sebenarnya apa tasawuf itu. Sebab ia adalah masalah kejiwaan yang tidak dapat diketahui secara pasti tentang hakikatnya, yang dapat diketahui hanmyalah gejala-gejalanya yang lahir yang menyatakan diri dalam cara dan sikap hidup orang yang mengamalkannya.[3]

Para ulama sangat beragam dalam mendefinisikan pengertian tasawuf, diantaranya:


Tasawuf ialah sikap seseorang yang merindukan kekasihnya dengan membaringkan diri dipintu rumahnya agar dapat menemuinya.

Tasawuf ialah mementingkan yang hakikat dan bersabar menahan diri dari sifat tamak terhadap apa-apa yang dimiliki manusia .

Tasawuf ialah bahwa engkau sanggup bersama Allah tanpa suatu penghubung.

Tasawuf ialah bahwa engkau tidak merasa memiliki dan dimiliki sesuatu, dst.

Pengertian tasawuf tidak hanya satu tetapi bermacam-macam, namun dapatlah kita tarik suatu kesimpulan bahwa tasawuf adalah memelihara kehidupan dengan sebaik-baikmya dan sebersih-bersihnya agar dapat berada didekat Allah sedekat-dekatnya. Dengan kata lain tasawuf mementingkan kebersihan dan musyahadat.[4] Selain itu juga tasawuf dipahami dalam arti ajaran untuk mendekatkan diri kepada tuhan. Dalam tasawuf, dekat dengan tuhan ditandai denga pencapaian pengalaman rohani, yaitu adanya komunikasi secara angsung antara manusia dengan tuhan, yang dalam istilah tasawuf dinamakan ma’rifah.



II.    Sumber

Sumber tasawuf adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah terbukti dari beberapa ayat dan hadis membicarakan tentang hal itu.

Al-Qur’an

Al-Ankabut ayat 64.


“Dan tiadalah kehidupan dunia Ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang Sebenarnya kehidupan, kalau mereka Mengetahui”.


Ali-Imran:191



“ (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

 

Dalam banyak ayatnya, Al-Qur`an memotifasi untuk hidup zuhud dan mewaspadai  sikap cinta dunia dan kemerlapannya. Orang yang membaca Al-Qur`an secara jeli  akan menjumpai ayat-ayat yg membuka pintu zikir, introspeksi diri, ibadah dan  bangun malam bagi para ahli ibadah. Al-Qur`an juga berbicara tentang muraqabah, taubat, takut (khauf) pada Allah,  harapan (raja`) pada Allah, syukur, tawakal, serta sabar. Al-Qur`an penuh  dengan anjuran untuk mengamalkan sifat terpuji. Maka karena itu, para sufi  berupaya memperindah diri dengan sifat-sifat terpuji. Dan mengambil materi  pertamanya dan makanan rohani mereka dari Kitabullah.[5]



Al-Qur’an inilah yang menjadi sumber utama dari tasawuf islam. Dari Al-Qur’an yang lain ialah kisah-kisah ummat purbakala seperti Kaum ‘Ad, Tsamud dan lain-lain, atau kisah-kisah pribadi seperti kisah para Rasul, Khidir, Dzul Karnain, dan sebagainya. Yang semuanya itu untuk menjadi wa’ad dan wa’id atau menjadi targhib dan tarhib yang menggemarkan orang berbuat taat dan menakuti mereka dari berbuat jahat.

Al-Qur’an menerangkan sesuatu secara global dan secara garis besar dan tidak menerang sesuatu secara tidak mendetail dan terperinci. Assunnah menerangkan isi Al-Qur’an secara praktis dan terperinci dengan demikian menjadikan Assunnah menjadi sember kedua dari Tasawuf Islam.[6]

As-Sunnah

Dalam salah satu hadits Rasulullah menyebutkan, Abuhurairah r.a. berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: Allah Azza Wajalla berfirman:

Aku tergantung pada prasangka hambaKu dan Aku selalu bersamanya tatkala ia mengingatKu. Jika hambaKu mengingatKu dalam hatinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diriKu. Dan, jika ia menyebutKu dihadapan orang banyak, maka Aku akan menyebutnya di hadapan orang banyak yg lebih baik dari mereka. Jika dia mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta. Jika ia mendekat padaKu sehasta maka aku akan mendekat padanya satu depa. Jika dia  padaKu dengan berjalan, maka Aku akan datang padanya dengan berlari. (H.R. Muslim).

 

Dalam hadits Rasulullah yang lain pula dikatakan:

“Bersikap zuhudlah pada dunia, niscaya Allah akan mencintaimu, Bersikap zuhudlah dari segala apa yg dimiliki manusia, niscaya manusia akan mencintaimu!.” (H.R. Ibnu Majah)

 

      “Jadilah engkau didunia ini laksana orang asing atau orang yg sedang menyeberang jalan.” (H.R. Al-Bukhari)

 

Sunnah tersebut adakalanya qaualiah yaitu segala yang diucapkan Nabi, dan adakalanya fi’liah yautu segala sesuatu yang diperbuat oleh Nabi, dan adakalanya pula takririyah yaitu penetapan dari Nabi, dan adakalanya juga bessifat tarkiyah yaitu segala sesuatu yang mungkin Nabi kerjakan namun tidak mau ia laksanakan.

Sunnah itu adakalanya shahih dan adakalanya dha’if. Sunnah/ hadits shahih ialah yang mempunyai sanad yang bersambung sampai kepada Rasulullah, semua sanadnya tidak cacat dan matannya pun tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. Adapun sunnah/ hadits dha’if ialah kebalikan dari yang shahih.[7]


III.    Tujuan

 Tujuan tasawuf adalah mendekatkan diri sedekat mungkin dengan Tuhan sehingga ia dapat melihat-Nya dengan mata hati bahkan Ruhnya dapat bersatu dengan Ruh Tuhan. Al-Ghazali mengatakan bahwa tasawuf itu adalah tuntunan yang dapat menyampaikan manusia mengenal dengan sebenar-benarnya kepada Allah SWT.

Tasawuf diciptakan sebagai media untuk mencapai maqashid al-Syar’i (tujuan-tujuan syara’). Sebagai contoh, setiap orang yang diperintahkan naik ke atas atap rumah, maka secara tidak langsung ia mencari media yang dapat digunakan untuk melaksanakan tugas itu, yakni tangga. Sufisme itu diciptakan untuk tujuan-tujuan sebagai beriku:[8]

1.                  Berupaya menyelamatkan diri dari akidah-akidah syirik dan batil

2.                  Melepaskan diri (takhalli) dari penyakit-penyakit kalbu.

3.                  Menghiasi diri (tahalli) dengan akhlak Islam yang mulia.

4.                  Mencapai derajat ihsan dalam ibadah (tajalli).

5.      Menggapai kekuatan dan keluhuran iman yang dulu pernah dimiliki para sahabat Rasulullah Saw.


IV.    Perkembangannya dalam Dunia Islam

Ilmu ini mulai populer pada abad ke-2 H. DR. Hasan Ibrahim Hasan berkata, “Salah satu permasalahan yang menarik perhatian kaum muslimin pada zaman itu (masa setelah sahabat) adalah Tasawuf. Hal itu karena kebanyakan kaum muslimin yang sangat wara’, takwa dan hati mereka dipenuhi cinta kepada Allah tidak mendapatkan kepuasan dalam ilmu kalam. Mereka lalu berinisiatif untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui zuhud dan hidup serba kurang serta memfanakan diri dalam cinta ilahi. Oleh karena itu, mereka disebut Mutasawifin (penganut tasawuf).

Sejarah Tasawuf bisa ditelusuri asalnya hingga ke generasi awal kaum muslimin di masa nabi, orang yang dikenal melakukan praktek-praktek sufistik pada permulaan Islam adalah Abu Dzar Al-Ghifari ra. Namun orang pertama yang disebut sufi adalah Abu Hasyim. Ia dilahirkan di Kufah dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di Syam lalu wafat pada tahun 150 H. Adapun orang yang pertama kali meletakkan dan menjelaskan teori-teori tasawuf adalah Dzu un-Nun Al-Misry (w.245 H.) seorang murid Imam Malik. Sedangkan yang menjelaskan dan menyusunnya serta menyebarkannya adalah Juneid Al-Baghdadi (w.335 H.)

Tasawuf adalah sebuah gelar yang diberikan manusia kepada pribadi-pribadi muslim yang berpegang teguh kepada Al Kitab dan Sunnah. Intinya adalah aqidah, akhlak, jihad dan dakwah. Sedangkan penopangnya adalah islam, iman dan ihsan yang terdapat didalamnya pengawasan (Muroqobah), penyaksian (Musyahadah) dan mengikuti (Mutaba’ah) ajaran Qur’an dan Sunnah. Adapun tujuan tasawuf adalah melepaskan diri dari sifat-sifat hina lalu menghiasnya dengan berbagai kemuliaan dan etika yang terikat dengan menaati Allah Swt dan Rasul-Nya, serta menentang nafsu (jihad un-nafs), memperbaiki diri dan altruisme (mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan pribadi, itsar).

Dasar-dasar Tasawuf yang terpenting ada lima. Pertama, mensucikan dan menginstropeksi diri. Kedua, menuju keharibaan Allah Swt. Ketiga, berpegang teguh terhadap kefakiran. Keempat, memenuhi hati dengan rahmat dan cinta. Kelima, menghias diri dengan akhlak mulia yang menjadi misi utama pengutusan Nabi Saw untuk menyempurnakannya.



KESIMPULAN


Islam merupakan agama yang menghendaki kebersihan lahiriah sekaligus batiniah. Hal ini tampak misalnya melalui keterkaitan erat antara niat (aspek esoterik) dengan beragam praktek peribadatan seperti wudhu, shalat dan ritual lainnya (aspek eksoterik). Tasawuf merupakan salah satu bidang kajian studi Islam yang memusatkan perhatiannya pada upaya pembersihan aspek batiniah manusia yang dapat menghidupkan kegairahan akhlak yang mulia. Jadi sebagai ilmu sejak awal tasawuf memang tidak bisa dilepaskan dari tazkiyah al-nafs (penjernihan jiwa). Upaya inilah yang kemudian diteorisasikan dalam tahapan-tahapan pengendalian diri dan disiplin-disiplin tertentu dari satu tahap ke tahap berikutnya sehingga sampai pada suatu tingkatan (maqam) spiritualitas yang diistilahkan oleh kalangan sufi sebagai syuhud (persaksian), wajd (perjumpaan), atau fana’ (peniadaan diri). Dengan hati yang jernih, menurut perspektif sufistik seseorang dipercaya akan dapat mengikhlaskan amal peribadatannya dan memelihara perilaku hidupnya karena mampu merasakan kedekatan dengan Allah yang senantiasa mengawasi setiap langkah perbuatannya. Jadi pada intinya, pengertian tasawuf merujuk pada dua hal: (1) penyucian jiwa (tazkiyatun-nafs) dan (2) pendekatan diri (muraqabah) kepada Allah.

Secara harfiah terdapat beberapa penafsiran tentang arti istilah sufi. Di antara penafsiran itu antara lain menyebutkan bahwa kata sufi bermula dari kata safa (suci hati dan perbuatan), saff (barisan terdepan di hadapan Tuhan), suffah (menyamai sifat para sahabat yang menghuni serambi masjid nabawi di masa kenabian), saufanah (sejenis buah/buahan yang tumbuh di padang pasir), safwah (yang terpilih atau terbaik), dan bani sufah (kabilah badui yang tinggal dekat Ka’bah di masa jahiliyah).

Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan jiwa sesuci mungkin dalam usaha mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan.







  

Admin Oktober 20, 2023
Read more ...

 



Bolu Cukke atau Beppa Cukke merupaan kue tradisional asal daerah Bugis, Sulawesi Selatan. Bolu cukke rasanya manis, garing dan tentunya enak.

Bolu cukke biasanya disajikan saat pesta adat bugis, pesta pernikahan atau hajatan lainnya oleh masyarakat Bugis-Makassar.

Selain itu, kue bolu cukke juga cocok untuk disajikan saat ada tamu istimewa di rumah Anda. 

Ini dia bahan rahasia dan cara pembuatan bolu cukke

Bahan yang disiapkan:

- 5 butir telur

- 200 gram gula merah

- 50 gram gula pasir

- 1/2 sendok teh pasta vanila

- 1 sendok teh baking powder

- 280 gram tepung beras dan tepung terigu yang sudah disangrai dan diayak (1 banding 1)

- 50 mililiter minyak goreng

Cara Membuat Bolu Cukke :

1. Mixer telur, gula dan pasta vanila sampai mengembang.

2. Masukkan tepung sambil di mixer kecepatan rendah sampai tercampur saja.

3. Aduk menggunakan spatula sampai tercampur rata.

4. Masukkan minyak goreng, aduk balik sampai rata.

5. Tuang ke dalam cetakan yang sudah dioles campuran 1 sendok makan margarin 1 sendok makan tepung terigu dan 1 sendok makan minyak.

6. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya, suhu 1700 celcius selama 25 menit atau sampai matang.

Demikian resep dan cara pembuatan bolu cukke kue khas bugis, sulawesi selatan yang super enak.

Admin September 11, 2023
Read more ...

 



Persyaratan Nikah

  1. Surat Pengantar RT/RW
  2. Fotocopy KTP calon pengantin pria dan wanita (legalisir Dispendukcapil)
  3. Fotocopy KK (legalisir Dispendukcapil)
  4. Fotocopy Akte Kelahiran calon pengantin (legalisir Dispendukcapil)
  5. Fotocopy Akte Nikah orang tua (legalisir KUA)
  6. Mengisi Blangko N1 s/d N4 dari Kelurahan
  7. Apabila Duda/Janda (cerai mati) mengisi Blangko N6
  8. Pas foto berwarna ukuran 3x4 : 2 lembar dan 4x6 : 2 lembar (apabila non muslim pas foto berdampingan/bersebelahan)
Admin September 11, 2023
Read more ...

 



Perbedaan paspor biasa dan elektronik menjadi salah satu topik hangat yang ditanyakan banyak pemohon paspor, khususnya saat akan memilih pada aplikasi M-Paspor. Pemohon paspor diwajibkan menggunakan aplikasi m-paspor saat akan memohon paspor dan salah satu pilihan yang harus ditentukan pada aplikasi tersebut adalah jenis paspor, baik itu paspor biasa, paspor elektronik, maupun paspor elektronik polikarbonat. Untuk pilihan jenis paspor terakhir itu saat ini hanya baru tersedia di beberapa kantor imigrasi di daerah Jakarta. Saat ini, kita akan membantu pemohon memilih mana yang tepat dengan memberikan perbedaan paspor biasa dan elektronik.

Harga

Perbedaan paspor biasa dan elektronik yang paling mencolok adalah harga yang harus dibayar pemohon. Faktor ini pula yang perlu dipertimbangkan oleh pemohon. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia biaya paspor tahun 2022 adalah sebagai berikut:

  1. Biaya pembuatan paspor biasa 48 halaman adalah Rp 350.000.
  2. Biaya pembuatan paspor 48 halaman elektronik atau e-pasport adalah Rp 650.000.
  3. Bagi pemohon yang ingin mengakses layanan percepatan paspor selesai pada hari yang sama, bisa membayar Rp 1 juta di luar biaya penerbitan paspor.

Fisik Buku dan Chip

Perbedaan paspor biasa dan elektronik selanjutnya adalah fisik buku. Meskipun kedua blanko paspor tersebut sekilas sama. Ada perbedaan yang mencolok yang langsung dapat dikenali apakah itu paspor biasa atau paspor elektronik, yaitu keberadaan chip gen pada cover atau halaman depan paspor elektronik. Bentuk ini lazim juga pada kartu ATM atau kartu sim telepon genggam yang berfungsi menyimpan data keimigrasian berupa identitas pemilik paspor. Paspor biasa tidak memilik chip pada halaman depannya.


Autogate

Dengan keberadaan chip yang ada pada paspor elektronik, pengguna paspor elektronik memiliki keistimewaan tersendiri Ketika akas melalui pemeriksaan keimigrasian di beberapa tempat yang sudah memiliki autogate. Fungsi utama dari layanan autogate adalah untuk mengurai antrian karena pemeriksaan Keimigrasian terhadap penumpang dengan menggunakan autogate hanya memerlukan waktu sekitar 35 – 45 detik per penumpang—lebih cepat setengah menit ketimbang pemeriksaan manual tanpa autogate yang diberlakukan kepada pemilik paspor biasa.

Visa Gratis Jepang

Inilah Perbedaan paspor biasa dan elektronik yang terakhir, yaitu mendapatkan keistimewaan Bebas Visa (Visa Waiver). Dengan paspor elektronik, WNI bisa melakukan wisata, bisnis, kunjungan keluarga, kunjungan teman, atau kunjungan singkat lainnya selama 15 hari dengan masa berlaku 3 tahun atau sampai batas akhir berlaku paspor (bila masa berlaku paspor kurang dari 3 tahun. Mengikuti masa berlaku terpendek). Warga Negara Indonesia pemegang IC passport/e-paspor (paspor dengan logo chip di bagian sampul depan) sesuai standar ICAO (International Civil Aviation Organization) bisa mendapatkan bebas visa dengan cara melakukan registrasi e-paspor di Kantor Perwakilan Negara Jepang (Kedutaan Besar Jepang/ Konsulat Jenderal Jepang/ Kantor Konsulat Jepang) atau JVAC di Indonesia sebelum keberangkatan.

Mana yang tepat untukmu?

Dengan berbagai Perbedaan paspor biasa dan elektronik yang telah kami sebutkan diatas. Sobat Karyo tentu sudah mendapatkan gambaran atas pilihan yang harus ditentukan pada aplikasi M-Paspor. Secara fungsi, dua jenis paspor tersebut adalah sama. Pemegangnya dapat berpergian keluar negeri. Meskipun banyak keuntungan ditawarkan paspor elektronik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, khususnya cara merawat paspor elektronik. Ada beberapa pemilik paspor elektronik yang melaporkan paspornya tidak bisa digunakan pada layanan autogate. Setelah ditelusuri ternyata chip nya patah karena paspor tersebut diletakkan pada kantong celana yang tidak sengaja terlipat. Jadi, sobat karyo juga harus hati-hati dalam menyimpan paspor elektronik.



Admin September 11, 2023
Read more ...

 



Fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan Surat Pengantar RT/RW


Cara membuat e-KTP (KTP Elektronik) sebenarnya sama dengan prosedur pembuatan KTP sebelumnya, namun di sini akan dilengkapi dengan pengambilan sidik jari dan scan retina mata yang bertujuan agar tercipta data tunggal, yaitu setiap satu orang dengan satu identitas (KTP). Sudah sangat umum, bahwa satu orang di Indonesia memiliki beberapa identitas/KTP. Pemberlakuan e-KTP juga dimaksudkan untuk mentertibkan administrasi orang per orang di Indonesia agar setiap identitas dan mobilitasnya tercatat dan terpantau secara jelas dan benar oleh negara.

Cara membuat e-KTP diantaranya adalah:

  1. Pastikan kelurahan atau desa anda telah mendukung layanan e-KTP
  2. Datanglah dengan membawa fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan Surat Pengantar RT/RW ke Keluarahan/Desa setempat.
  3. Ambil nomor antrian di loket, tunggu hingga dipanggil oleh petugas yang bersangkutan. Jangan lupa bawa surat panggilan untuk membuat e-KTP dari pemerintah setempat.
  4. Petugas akan memasukkan data dan foto anda secara digital. Pastikan dan bandingkan data anda dengan data di KTP anda, jika anda belum pernah mempunyai KTP isi formulir F1.01.
  5. Bubuhkan tanda tangan anda di alat perekam tanda tangan. Pastikan tanda tangan anda tidak berubah-rubah lagi berikutnya karena akan menyulitkan jika tidak sama dengan dokumen lain seperti paspor, SIM dan lain-lain.
  6. Lakukan pemindaian retina pada alat yang telah disediakan.
  7. Pastikan Surat Panggilan anda akan ditandatangani dan distempel oleh petugas berwenang.
  8. Tunggu proses pencetakan sekitar 2 minggu. Bila e-KTP selesai dicetak anda akan diberitahu dan dapat diambil di Keluarahan/Desa setempat.

 

Mengapa harus e-KTP?

Proyek e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya. Beberapa diantaranya digunakan untuk hal-hal berikut:

1. Menghindari pajak
2. Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota
3. Mengamankan korupsi
4. Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris)

Admin September 11, 2023
Read more ...



 Cara membersihkan lantai kamar mandi.

Bmsberita, bmstipsntrik .



Perlu di catat cara ambuh membersihkan kerak kamar mandi.

Yang susah hilang nodanya, sangat banyak orang orang mengeluh atas susahnya memberikan kerak terutama kamar mandi atau WC.



Perlu kita sadari yang harus dilakukan saat membersihkan kerak, cuma memakai deterjen cair atau bubuk dan menggosoknya.



Namun sudah susah payah menggosok lantai WC. Alhasil hanya sia sia saja .



Cara ambuhnya cukup di ganti dengan keramik baru ..



Karena tanpa kita sadari semakin lama keramik itu .semakin lama juga membersihkannya .



Namun masih ingin mencoba membersihkan hingga bersih tergantung merek deterjen sendiri .



Semoga bermanfaat.



BMStogel tips dan trik
Admin Maret 26, 2023
Read more ...